Aku Untuk Negeriku : Properti
February 10, 2009
Kalau kita bisa properti artinya kita bicara topik pangan, sandang dan papan. Pangan sudah disentuh di artikel sebelumnya, sandang di artikel berikutnya. Papan atau properti sangatlah berarti untuk setiap manusia. Mengapa demikian? Karena semua orang butuh tempat tinggal atau rumah. Sudahkan hal ini tercapai? Akan terjadi kondisi ideal, tetapi sekarang belum.
Kalau memang Pemerintah bersama-sama dengan seluruh lapisan masyarakat mau, maka industri perumahan, properti atau infrastruktur bisa dikerjakan dengan skala Super Mega Proyek. Maksudnya? Ya tidak hanya sekedar bicara-bicara saat peresmian, seperti waktu pencanangan 1000 tower untuk rusunami, tetapi memang dikerjakan secara sungguh-sungguh. Apa saja yang perlu disiapkan. Visi. Ya visi, karena dengan visi maka seluruh persiapan baik itu aturan perundangan, perijinan bisa disiapkan dalam waktu 1 bulan misalnya.
Pembangunan rumah murah untuk warga bisa dilakukan di seluruh tanah air, dan ini juga berarti penyerapan lapangan kerja yang luar biasa besarnya, dan terserap serentak, angka penangguran bisa ditekan secepat mungkin. Selain pekerjaan fisik untuk pembangunan perumahan dan infrastruktur tetapi lapangan kerja juga diserap di industri pendukungnya. Industri pendukung seperti, semen, besi beton, penyedia pasir, batu bata, tripleks, engsel pintu, kunci pintu, kabel listrik, lampu, cat, genteng, rangka baja untuk atap, dan masih banyak lagi. Semuanya akan bergerak artinya ada perputaran uang yang jumlahnya cukup besar.
Demikian juga pembangunan infrastruktur, baik itu jalan, pelabuhan laut, lapangan terbang, bendungan, saluran irigasi, banjir kanal, jalan tol, jalur kereta ganda, sekolah dari tingkat TK sampai SMU bahkan perguruan tinggi. Ini semua baru di tingkat pemerintah, belum lagi pembangunan yang dikerjakan oleh swasta ataupun perorangan. Semuanya bisa dilakukan secara bersama dan dengan sinergi yang tinggi.
Kalau prinsip kita masing-masing mau melayani, tidak mustahil semuanya bisa diwujudkan, karena yang dicari bukan kekuasaan atau kekuatan tapi semangat membangun. Kita pasti bisa.



